Kumpulan Motor Modifikasi

 

Upgrade Honda CBR 250R 290 cc, Tenaga Naik Sebesar 12,98 Jadi Total 35,27 dk

Kondisi macet meminum BBM 1 liter/24 kilometer
Performa engine Honda CBR 250 cc dirasa masih kurang bagi sebagian speed lovers. Padahal, engine dipersenjatai piston berdiameter 72 mm dan stroke 55 mm, yang bikin kapasitas silinder jadi 249 cc.

Haries Efrika, salah satunya. Maka-nya, bikers satu ini tempuh jalan bore up CBR 250R jadi berkapasitas 300 cc. “Motor ini memang digunakan buat harian. Ya sesekali dipakai ngantor Bekasi-Jakarta,” bilang Haries yang bekerja di bidang Telekomunikasi.

Buat upgrade jadi 300 cc, Haries menerapkan piston JE Piston diameter 82 mm. Stroke, tetap standar. “Piston dibikin mendem 1 mm, hasilkan perbandingan kompresi mesin 11 : 1. Kapasitasnya memang belum sentuh 300 cc, tetapi 290,30 cc,” bilang pria berkacamata ini.
Engine jadi lebih maksimal berkat aplikasi ECU aRacer RC1
Buka-tutup klep yang sudah menggunakan per klep Barnet, digerakkan noken as aftermarket ASPS. Lubang inlet dan exhaust, diporting-polish. Sedotan udara throttle body disaring tipe open filter K&N. Koil Ultraspeed, dipercaya perbesar sistem pengapian untuk membakar semburan injektor SPS yang sudah melimpah.

Menghindari mesin overheat, tabung radiator dibikin 50 cc lebih besar. Awalnya, ECU standar hanya dibohongi pakai piggyback dan hasil enggak maksimal.
Knalpot aplikasi Akrapovic
Supaya maksimal, ECU Stand Alone merek aRacer tipe RC1 kemudian dicangkokan. “Salah satu fitur ECU aRacer bisa membaca durasi kem racing, jadi bisa lebih maksimal,” bilang Freddy A. Gautama, dari Ultraspeed Racing.

Diuji di atas mesin dyno, awalnya CBR standar punya power 22,29 dk/9.657 rpm dan torsi 20,14 Nm/7.186 rpm. Lewat ubahan ini, power sentuh 35,27 dk/9.993 rpm dan torsi 27,06 Nm/8.521 rpm. “Konsumsi BBM terbilang irit, pernah saya tes dalam kondisi macet bisa 1 liter untuk 24 kilometer,” bangganya Haries.(motorplus-online.com)
Foto : Jopie, Fitria
Penulis : Panji

Honda CBR 250R, Pakai Pro Arm Ala NSR SP

Jakarta - Veriz Valdy tahun 2000-an demen pakai motor sport full fairing 2 tak, yaitu Honda NSR 150SP. “Tampilan keren, pakai pro arm dan mesin kencang,” ujarnya mengenang.

Karena bosan, kala itu NSR dijual. Eh sekarang saat pakai CBR 250R kembali kangen dengan NSR. “Ngidam banget, tapi sayang sekarang nyari yang bagus susah, kalau ada harganya mahal banget,” ujar pemilik event organizer bernama V-Organizer ini.

 Knalpot nyempil, enggak menutup pro arm dan pelek. Brake lever guard, menguatkan kesan racing

Daripada pusing nyari NSR, akhirnya CBR yang ada dimodifikasi biar sekeren NSR 150SP. “Paling penting harus pakai pro arm,” mantap Veriz. Ubahan diserahkan ke Baru Motor Sport (BMS) di Jl. Palmerah Barat No. 25, Jakbar.

Perburuan pertama tentu pro arm, bukan milik NSR tapi sekalian punya VFR750 yang peleknya lebar, tepatnya 5,5 inci untuk belakang dan depan 3,5 inci. Pemasangan enggak jadi masalah bagi Ariawan Wijaya, bos BMS, maklum bengkel ini biasa memasang limbah moge ke motor lokal.

 

Lengan ayun pro arm, wajib biar mirip NSR 150SP
“Cuma sesuaikan ujung lengan ayun dengan sasis, bubut sedikit beres,” ujar Ari, sapaan pria asli Rembang, Jateng ini. Belakang kelar, tinggal depan menyesuaikan. Biar enggak kalah kekar tapi tetap proporsional, suspensi andalkan teleskopik milik CB400 lengkap dengan sistem pengereman.

Kaki-kaki beres, Veriz enggan jika bodi standar ting-ting. Bagian belakang yang dianggap kurang keren, karena kurang melengkung dibikin meruncing. Tapi dengan terpaksa sedikit memotong ujung rangka, baru dibikinkan bodi baru.

Daripada pusing nyari NSR, akhirnya CBR yang ada dimodifikasi biar sekeren NSR 150SP
 

Ubahan lanjut ke  sisi bawah. Lihat deh sekarang terlihat padat dan rapi, dengan bodi tambahan yang hampir nempel mesin. “Sekaligus menutup knalpot yang nyempil. Sengaja dibikin mungil, biar enggak mengganggu keindahan pro arm dan peleknya,” ujar Veriz memberi alasan.

Langkah akhir bodi dicat ulang dengan warna dominan orange kombinasi biru dan sedikit silver. Tak lupa sekalian promosi EO-nya, makanya nempel tulisan besar V-Organizer! Dengan begini enggak kangen NSR 150SP lagi! (motor.otomotifnet.com) 

 Data Modifikasi:
Pelek: Honda VTR750
Lengan ayun: Honda VTR750
Sokbraker depan: Honda CB400
Knalpot: Stanle
Bodi: BMS
Kopling: KTC hidrolik
BMS: 0819-15113717
Penulis : Aant | Teks Editor : Popo | Foto : Tyo

Kawasaki Ninja 250R, Bikin Heboh Pakai Turbocharger!

Kalau anak mobil sering menyebut istilah naturally aspirated pada modifikasi mesinnya, yang berarti ubahan dengan tetap mempertahankan suplai udara dari alam. Tuning-nya belum pakai forced induction seperti turbocharger atau supercharger.

Bagi kebanyakan pemain mobil ubahan mesin naturally aspirated masih menjadi pilihan yang simpel, ragam part plug n play-nya banyak tersedia di pasaran untuk mendongkrak tenaga. Tapi tidak bagi Setyo Detri yang memilih forced induction dengan memasang turbocharger.

“Value yang dihasilkan sama saja dengan naturally aspirated, tapi angka output power yang dihasilkan berbeda. Gue sangat suka perubahan angka,” jelas pria berkacamata ini. Eits... Entar dulu..!!! Yang sedang dibicarakan Detri bukan oprek mesin mobil bro! Tapi mesin Kawasaki Ninja 250R miliknya yang ternyata dijejali turbocharger.

Ini baru heboh..!!! Belum banyak motor yang dipakai harian menggunakan turbocharger! Tak ayal ubahan yang Detri lakukan termasuk ekstrem, dua inovasi sekaligus berani ditampilkan. Mesin yang awalnya masih menganut karburator diubah menjadi injeksi, selanjutnya ikut disematkan turbocharger. Wah, anti-mainstream!!!

“Sebelumnya masih menggunakan karburator, ternyata kurang enak dipakai buat daily use,” alasan Detri yang sempat hopeless dengan ubahannya ini hingga akhirnya memutuskan untuk pakai injeksi. "Untuk mengkonversi ke injeksi dan soal elektronik dipegang sama Mas Nursianto dari Tecno Motor,” jelas Detri.

Bukan cuma satu bengkel, untuk pemasangan turbocharger masih ada dua pawang lagi yang terlibat pada proyek ini. “Untuk mesin diserahkan ke Mas Ade, instalasi Turbo dan piping ke Mas Timur, keduanya dari Private Engineer,” jelas Detri.
Ini dia pemompa udara segar ke ruang bakar. 
Perangkat forced induction ini mencomot 2 buah turbocharger. "Satu mereknya IHI Turbo dari Amerika dan yang satu lagi, Detri mengaku lupa mereknya. Maklum, pria ramah ini mendapatkannya dari junkyard. Kedua rumah keong itu kemudian dikanibal menjadi satu turbo yang sesuai kebutuhan.

“Istilahnya turbo-hybrid, tujuannya agar bagian dingin lebih besar, sedang bagian panas sedikit lebih kecil,” kata Detri. Hal ini dilakukan lantaran Detri ingin putaran exhaust turbin yang maksimal untuk menghasilkan air ratio yang padat. “Pressure atau tekanan udara yang masuk ke throttle body jangan sampai turun, biar tidak ada lag,” jelasnya.

Ubahan pada mesin, yang paling utama adalah memainkan kompresi. Karena menggunakan turbo, otomatis kompresi harus diturunkan dari standar. ”Motor standar  11,6 : 1, sekarang jadi 8,2 : 1. Cukup dengan mengganti piston dengan merek Izumi, sekaligus dilakukan porting polish,” yakin Detri.
Pakai intercooler, blow off valve dan ECU standalone Mega-Squirt bikinan Mas Nurik. 
Nah, yang terakhirnya soal konversi injeksi, boleh dibilang ini merupakan karya fully customized mulai dari throttle body, injector, wiring, hingga ECU (engine control unit) sebagai otak pengatur debit bahan bakar. Khusus yang ini dikerjakan oleh Nursianto atau yang terkenal dengan nama Nurik, namanya sudah santer di dunia turbo.

Fuel pump pakai Mercedes 300E dengan fuel pressure regulator Sard dan diteruskan ke injektor kepunyaan Toyota. Sedangkan throttle body pakai punya Mitsubishi Lancer GT-I. Pengapian, Nurik cangkok ignition Mitsubishi Eterna. Koil Toyota, kabel busi Corolla. “ECU standalone pakai Mega-Squirt bikinan Mas Nurik, sekaligus mapping juga,” terang Detri.

Hasilnya pada putaran sekitar 7.000 rpm dan boost pressure 1 bar bisa dihasilkan peak power 69,1 hp dengan torsi 37 Nm dk on wheel. “Ini dites dengan bahan bakar Avgas,”  bangga pria yang berdomisili di Pondok Indah, Jakarta Selatan.
 Sensasi cesss.. cesss... tiap pindah gigi. Biasanya ada di mobil, kini di motor...!!!
Karena masih dipakai untuk harian, untuk tekanan boost minta diturunkan menjadi 0,7 bar alasannya karena menggunakan bahan bakar pertamax. “Setelan wastegate diubah biar tekanannya turun, sekarang tenaga yang dihasilkan 59 Hp dengan torsi 33 Nm,” jelas Detri yang sehari-hari berkerja di bidang properti ini.

Perangkat blow off valve menggunakan keluaran HKS agar tekanan yang berlebih dapat dikontrol, suara khas mesin turbo acap kali terdengar. Cesss.. Cesss... Tidak ketinggalan kapasitas oli mesin ditambah 100ml karena mencangok turbocharger. “Semula banyak yang beranggapan mesin tidak bakal kuat, tapi nyatanya selama ini tahan kok,” bangga Detri.

Oh iya ada yang kurang tuh, bro. Turbo timernya kok gak ada? Pasang bro, biar lebih awet he..hee.. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI :
Piston : Izumi customized (Low Compression)
Perbandingan kompresi: 8,6 : 1
ECU : Mega-Squirt by Techno Motor
Throttle body : Mitsubishi Lancer 1.6L
Injector : Bosch
Fuel pump : Bosch milik Mercy 300E
Koil : Denso (Toyota 1UZ-FE)
Turbocharger : Hybrid IHI
Blow off Valve : HKS

 

Kawasaki Ninja 250R, Cafe Racer Nuansa Skall

Tesa Rutman artis layar kaca Indonesia. Sudah menggunakan Kawasaki Ninja ini sejak pertama beli. Tesa yang membintangi film ‘Putih Abu-abu’ ini mulai bosan tampilan standar, akhirnya coba ubah aliran jadi nuansa café racer.

“Konsep café racer dipadu sentuhan nuansa skall. Tapi, jangan sampe ubah rangka terlalu extrime,” wanti Tesa, kepada Eri Nugraha dari 8910 Custom.

“Tenang bro, paling hanya potong backbone. Tapi, karena centerbone Ninja kiri-kanan itu berbeda, jadi PR buat saya. Jadi, enggak mudah agar hasilnya maksimal,” papar Eri, pria berjenggot ini.

Kesepakatan mereka berdua, sasis belakang langsung dipotong dari ujung sampai ke pertemuan tulang atas-bawah. “Berapa centimeternya lupa,” jelasnya. Setelah dipotong, Eri coba browsing model body di inter agar dapat inspirasi baju fresh. Tapi, tidak menjiplak 100% .
Bila diperhatikan seksama lekukan tangki mirip Triumph Bonneville, uniknya kepala cincin model tengkorak dicustom jadi tutup tangki. Setelah tangki, box aki dan buntut belakang yang terbuat dari pelat besi 1 mm terpasang, karena sasis sebelah kiri enggak lurus jadi ada bolong. Buat ngakalinnya, doi bikin pelat besi rapi agar estetikanya dapat.

Di bagian depan, diameter peredam kejut kepunyaan Ninja 250R, dirasa masih kurang kekar. Obatnya, pakai sok depan Yamaha Byson diameter 41 mm. Cara pasangnya terbilang gampang, hanya memindahkan as segitiga Ninja ke sok Byson. “Malah bisa dibilang enggak ada ubahan yang sulit,” katanya.

Finishing touch, seluruh body dilebur cat Auto Bright hitam dop, lantas disemprot clear khusus cat dop. Lalu diberi cutting stiker berbentuk tengkorak, yang menguatkan tema skall.

“Setelah jadi, Tesa langsung turing ke Pelabuhan Ratu, Sukabumi,” bangga pria, yang buka bengkel di Jl. Hidup Baru No. 44 Jakarta Selatan.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Lampu: Yamaha V-ixion
Stang: Kawasaki Ninja 150R
Knalpot: Custom Z Hot
Cakram: KTC 320 mm
Footstep: Nui
Grip: Beston
8910Custom: 0815 1432 5659

Yamaha Scorpio, Dokter Tersengat Cafe Racer

Ari Bowo bosan dengan tampilan besutan supermoto. Kini dia banting setir ke aliran café racer yang saat ini sedang happening. Mengandalkan Yamaha Scorpio standar, rangka bawaan motor langsung diacak-acak.

Sekilas memang rangka yang diaplikasi Scorpio  dengan tampilan café racer ini tidak banyak ubahan. “Rangka standar harus dibikin lebar agar lengan ayun bawaan KTM Duke 990 bisa dipasang,” ujar Ari Suprianto, builder dari rumah modifikasi Protechnic di Rempoa, Tangerang Selatan.

Pengerjaan sasis sedikit rumit lantaran lengan ayun yang dipilih Bowo mengandalkan copotan dari KTM Duke 990. Dimensinya lebih besar dan lebar dari lengan ayun standar Yamaha Scorpio. “Dia enggak mau swing arm langka ini kena bubut. Makanya sasis yang mengalah, menyesuaikan lengan ayun Duke,” jelas Ari.

Biar lengan ayun ini bisa dipasang, areal rangka harus dibikin lebih lebar dimensinya. Bentuk secara keseluruhan memang mengikuti aslinya Yamaha Scorpio, tapi mulai dari areal komstir ke bagian rangka bawah sudah dicustom ulang.

“Lebar breket dudukan lengan pada rangka dibikin lebih melar, menyesuaikan lubang baut lengan ayun KTM Duke 990. Dibikin lebar sekitar 5 cm,” lanjut Ari yang kudu mengatur ulang rangka agar jangan sampai miring saat roda dipasang.
Nah, buat suspensi depan juga tidak lagi mengandalkan bawaan Yamaha Scorpio, oleh Bowo yang berprofesi sebagai Dokter diganti dengan copotan dari limbah Honda CB1000. “Modelnya soknya sengaja masih teleskopik buat mengejar kesan klasik. Cuma agar lebih kekar pakai diameter sok yang lebih besar,” urai Bowo.

Paling sip, bodi bergaya café racer yang dipakai mengandalkan satu set dari motor balap jadul Norton asal Inggris. Satu set tangki dan buntut yang meyerupai tawon ini berasal dari bahan fiberglass.

“Berhubung saat dipasang ke rangka dudukan tangki terlalu kecil, makanya tangki dan juga buntutnya dibelah bagian tengahnya untuk dibikin lebih lebar lagi,” jelas mekanik ramah ini.
Untuk meningkatkan akselerasi, bagian mesin juga ikutan kena jarah, seperti areal karburator sudah diganti dengan pengabut aftermarket Keihin PWK 28. Suara knalpot juga makin menggelegar setelah dipasang silencer racing carbon berlabel Gytr. Berpadu dengan leher knalpot stainless steel bikinan pengrajin knalpot lokal.

Meskipun aroma besutan balap jadul sangat kental terasa, namun Bowo tetap patuh dengan aturan lalu lintas. Seluruh kelengkapan safety tetap dipasang, mulai dari sein depan dan belakang sampai kaca spion yang nempel di ujung setang. "Biar aman di jalan dan enggak ada urusan tilang dengan Pak Polisi," tutupnya. Setuju Dok..! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Dunlop 120/60-17
Ban belakang : Dunlop 180/70-17
Upside down  : Honda CB 1000
Gas spontan : Magura
Protehnics : 0857-739-444-7

 

Yamaha Crypton, Wow Mesinnya Setengah Honda Tiger!

Enggak cuma piston atau klep milik pacuan sport doang yang diaplikasi di Yamaha Crypton milik Sutar ini. Tapi, slinder blok dan head silinder juga pakai kepunyaan Honda Tiger, bro!

Sutar yang beken dengan panggilan Gundul ADS ini sengaja mengaplikasi engine atas Honda Tiger buat keperluan pulang kampung. “Memang, bukan untuk balap liar ya. Tapi, begitunya soal performa sih boleh aja diadu,” ujar tuner asal Gunung Kidul, Jogja itu.

Buat aplikasi blok dan head ‘macan’, banyak hal yang kudu dilakukan. Pastinya, baut empat atau baut pemegang blok dan yang terpasang di crankcase ikut diubah.

Maka itu, crankcase Crypton dicor dulu pakai las babet. Setelah itu, lubang diperbesar demi menyeuaikan liner dan posisi lubang baut blok. “Setidaknya baut atau kaki empat itu bergeser sekitar 3 mm untuk satu bautnya,” kata owner workshop ADS di Jl. Kampung 2, Jakasampurna, Kranji, Bekasi, Jawa Barat.

Setelah itu, posisi lubang rantai keteng juga disesuaikan. Akibatnya, lubang penggerak jeroan di head itu naik sekitar 2,5 mm dari posisi lubang standar. Belum cukup sampai situ!

Jalur buat oli dibuat baru. Letaknya dipindah lebih ke bawah 4 mm dari posisi semula. Apalagi buat kruk as, Gundul memakai milik Yamaha Jupiter MX 135. Lubang  atau dudukan bandul kruk as yang ada di crankcase ikut diperbesar sekitar 3,5 mm.
Langkah ini dilakukan karena bandul kruk as MX lebih besar ketimbang Crypton. Harapannya, torsi yang dihasilkan juga makin besar dari kondisi motor standarnya. Setang seher sendiri, Gundul pakai milik Yamaha Mio.

Dengan semua ubahan di bagian kruk as ini, stroke sekarang menjadi 62 mm. “Itu sudah ditambah dengan geser big end. Biar stroke ikut naik,” timpal tuner kelahiran 1980 itu.

Mengimbangi stroke yang melonjak, Gundul juga terapkan diameter piston sedikit lebih besar dari Tiger. Liner Tiger yang biasanya disesaki piston 63,5 mm, kini disumpal pakai piston Honda CBR 150 yang punya diameter 64 mm. Ya, setidaknya liner dibubut lagi 0,5 mm.

Lewat komposisi stroke dan piston besar ini, volume silinder sekarang membengkak hingga 199,3 cc atau digenapkan jadi 200 cc. “Sebelumnya sempat coba main hingga 230 cc. Tapi, ternyata kurang awet buat pakai harian atau jalan jauh. Dibikin 200 cc juga memang cari nyaman dan aman,” kata Gundul yang ayah dari dua anak itu.

Meski sudah sentuh 200 cc, tapi urusan karburator dipercayakan ke karbu Mio. “Biar enggak terlalu boros, tapi tetap enak digeber. Karena venturinya juga sudah dibuat 26 mm. Jadi, enggak perlu sering mampir pom bensin,” tutup Gundul.

Menarik tuh!  (motorplus-online.com)
 

DATA MODIFIKASI
Ban depan: FDR 2,50x17
Ban belakang: FDR 3,00x17
Sok belakang: YSS
Pengapian: Yamaha Mio
Gundul ADS: 0858-85713247

Kawasaki New Ninja 250, Eh Sudah Ada Modifnya!

Jiaaaaaah! Baru kemarin launching, eh sudah ada Kawasaki Ninja 250 Fi yang dimodifikasi. So pasti bakal jadi pusat perhatian! Apalagi pemiliknya berstatus lady biker, Ananda Welda cewek manis ini makin pede jalan-jalan dengan tunggangan anyarnya yang tampil lebih macho.

Motor ini baru dikirim ke rumah Welda pada 3 Agustus lalu, tapi pada tanggal 10 Agustus pada saat bertemu dengan kru redaksi, penampilannya sudah banyak berubah. “Untuk pengerjaannya, motor ini dilakukan oleh witjax Modizigner,” ungkap wanita mungil ini.

Pengerjaannya menggunakan prinsip SKS (Sistem Kebut Semalam). Makanya, dalam waktu singkat, sudah banyak yang berubah. Pertama yang dilakukan adalah mempercantik kelir bodi. Tetap mempertahankan warna dasar hitam tapi ditempel cutting sticker bergaya techno, trend 2012 dari Witjax Modizigner yang memang jago urusan stiker.
Sedang kaki-kakinya justru beralih ke pelek Ninja 250R lama, tujuannya agar piringan cakram bisa diganti dengan variasi yang lebih besar. "Tujuan kedua adalah biar pelek belakang bisa ganti yang lebih lebar pakai pelek Kawasaki ZX-10R tahun 2011 dengan lebar 6 inci. Karena pelek ini bentuk palangnya sama seperti pelek standar Ninja 250R lama," beber Welda.

Untuk memasukan pelek standar Ninja 250R lama ke sokbraker depan Ninja 250 baru, harus dibuatkan bushing anyar. Termasuk membuat cover rumah speedometer. Kan Ninja 250 injeksi sudah pakai speedometer digital, tidak ada lagi kabel speedometer di roda depan. Giliran pelek belakang, langsung dikawinkan dengan swing arm ZX-6R.
"Supaya nyaman, jok juga diganti. Busa dan kulitnya ambil dari motor matik yang lebih lembut.” terang Welda yang mengaku tidak melakukan banyak ubahan di mesinnya. ”Mesin tetap dibiarkan standar, hanya memasang knalpot slip on custom saja,“ tutupnya. (motorplus-online.com)

Data Modifikasi :
Ban depan : Bridgestone Battlax BT90
Ban belakang : Bridgestone Battlax BTS20
Disk brake depan : KTC
Disk brake belakang : ZX-10R
Handel rem: Ride IT
Witjax Modizigner: 08566330226

 Vespa Super 1973, Jadi 4-Tak!

Ini prototipe-nya, siap diaplikasi pada Vespa anda. Minat?
Dadang Darmawan punya mimpi. Mengendarai Vespa keliling kota Bandung tanpa asap, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Kebetulan di rumahnya ada Vespa Super keluaran 1973 yang tentunya masih mengusung tipe 2-tak. AKhirnya dimodif.

“Kecintaan saya terhadap Vespa dan mimpi punya Vespa 4-tak mendorong modifikasi sendiri,” terang bro beken dipanggil Dadang Exel yang punya bengkel Dang Exel di Jl. Cibaduyut Sukamenak No. 116 (Curug Dogdog), Bandung.

Mengubah siklus 2-tak jadi 4 tak, Dadang menggabungkan mesin Vespa Super dengan Yamaha Mio. Komponen utama Mio yang digunakan head satu set dengan klep in-ex serta noken as, blok silinder dan piston diameter 50 mm.

“Untuk menggabungkan 1 set blok silinder Mio harus bikin dudukan yang terdapat di crankcase Vespa, terbuat dari bahan babet yang dicetak mengikuti bentuk silinder Mio, lewat las babet dan argon,” papar Dadang. Crankcase Vespa dan blok silinder Mio, diikat menggunakan baut silinder Honda CB.

Pen piston Mio ukuran 15 mm, kebetulan sama dengan pen kepunyaan Vespa Super, sehingga setang piston masih aplikasi Vespa. Kruk as penggerak setang seher dan piston dari TMA (Titik Mati Atas) dan TMB (Titik Mati Bawah), juga masih bawaan motor.
Kruk as yang tadinya tidak terdapat gigi sentrik untuk rantai keteng, sekarang dipasang gigi sentrik kepunyaan Honda Grand di sebelah kiri kruk as setelah bering. Pemasangan gigi sentrik ini, tinggal dipres seperti pemasangan biasa. Menggunakan sentrik dari Honda Grand. Gigi sentrik Grand ada 14 mata. Rantai ketengnya dari Grand yang bermata 90.

Sekarang sudah jadi 4-tak dan terdapat klep serta noken as, harus ada pelumasan di kepala silinder. Oli ditransfer oleh pompa pelumas Mio yang terdapat di dalam bak oli yang ikut berputar bersama girbox.

Dudukan pompa oli sudah dibikin pakai bahan babet. Jalur naik dan turun oli dibikin manual, di kanan-kiri crankcase. “Walau mesin langsam girbox tetap berputar sehingga pompa oli pun ikut berputar,” jelas punggawa Vespa Antique Club (VAC) Bandung ini.

Pendingin oli aplikasi radiator kepunyaan Vario. Untuk menaikkan oli, doi pakai pompa oli Honda Grand yang diputarkan oleh baut pengikat gigi centrik rantai keteng. Dudukannya terbuat dari bahan corcoran.

Ide brilian pisan lah Lur.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Pengapian : Vespa PX E
Magnet : Vespa Super
Tensioner : Yamaha Mio
Karburator : Honda GL-Pro Neo Tech
Telepon : (022) 93783150

 

Honda CBR 250R, Telanjang Pengusir Pegal

Honda CBR 250R memang dibekali dengan gen sporty tulen dari lahir, bentuknya sudah merunduk dengan desain fairinginya yang nampak elegan. Tapi tak semua pemilik motor yang satu ini langsung nyaman pada suguhan standarnya. Seperti order yang masuk ke Ngayun Speed.

“Konsep awal sih dimulai dari yang punya motor. Sering ngeluh kalau motornya terlalu nunduk dan gak kuat kalau dipakai harian. Makanya saya beri masukan untuk merombak motornya berkonsep naked bike,” Tutur Tommy, pemilik Ngayun Speed pada CBR 250R milik Tery Radian.
Dengan konsep telanjang ala street fighter, setang lebar yang lebih tegak bisa diaplikasikan. Harapannya masalah pinggang pegal bisa segera hilang. So, enggak pakai lama, proyek menelanjangi CBR 250R langsung berjalan.

Langkah awal tentunya melepas fairing. Sayangnya komposisi depannya malah terlihat cungkring. Sokbraker depan yang masih teleskopik konvensional bikin cupu karena terlalu kecil. Gantinya sok upside down milik Yamaha TZR 125 jadi solusi. Karena bukan limbah moge, dimensinya justru pas pada bodi CBR 250R yang tidak terlalu lebar.

“Untuk pemasangannya gak terlalu rumit kok. Hanya mengganti as segitiga Yamaha TZR 125 dengan as segitiga CBR 250R. Karena as segitiga TZR 125  terlalu besar,” rinci Rohim, mekanik Ngayun Speed yang kebagian repot dalam pengerjaanya.

Setelah suspensi, setang lebar tie fatbar dari Nassert Beet langsung dipasang. "Agar terlihat seperti Ducati, rangka dicat ulang rangka dengan warna merah," tambah Rohim. Detail lainnya seperti lampu sengaja dipasang model bulat yang dikawinkan dengan windshield Ermax yang bagian bawahnya disesuaikan dengan bentuk lampu custom barunya.
Selebihnya bengkel yang terletak di Jl. Arteri Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini tinggal menambahkan pernik-pernik pemanis seperti cover bodi belakang yang dicustom ulang dari fiber. Desain barunya lebih meruncing dengan stop lamp LED 3 in 1 milik honda CBR 1000R. Sedang engine cover di bagian kolong tetap mempertahankan panel fairing paling bawah.

Untuk sektor mesin gak terlalu banyak rombakan, pasalnya mesin sudah dirasa cukup untuk si empunya. Hanya memasangkan knalpot Termignoni agar suaranya tambah sangar. Nah, sekarang gak bakal ngeluh sakit pinggang lagi kalau habis touring. Mantab deh! (motorplus-online.com)

Data Modifikasi :
Master rem depan: Brembo RCS 16
Windshield : Ermax
Slang Rem Depan : Hell
Radiator: Custom
Ngayun Speed: 085695947868




Kawasaki Tawarkan Ragam Aksesori Bolt On New Ninja 250

Di launching-nya minggu lalu (1/8), PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) juga menyodorkan versi modifikasi dari New Ninja 250R. Memang bukan modifikasi berat, tapi beberapa perubahannya bisa ditebus lewat jaringan resmi Kawasaki, karena PT KMI memang menyediakannya sebagai genuine accessories.

"Kita memang sediakan, jadi konsemen gampang beli, tinggal pasang,"  ungkap Freddyanto Basuki, Marketing & Advertising Department Head PT KMI. Beberapa variasi yang bisa ditebus adalah cover single seater untuk jok belakang dan windshield dengan bentuk lebih lebar. Dua variasi ini bisa dipasang tanpa merusak atau merubah apapun.
Kawasaki menawarkan winsdhield berkelir smoked sekitar Rp 700-800 ribu. Kawasaki menyediakan penutup jok belakang bagi Anda penyuka solo riding. Harganya Rp 1 jutaan.

Sedang variasi lainnya kebanyakan keluaran Nassert Beet, Jepang juga sedang dipersiapkan untuk bisa ikut dipasarkan. Mulai dari knalpot racing, foot step, bracker standar paddock dan setang jepit. Yang istimewa adalah setang jepitnya, bisa diatur kemiringannya sesuai karakter berkendara sang rider. (motorplus-online.com)


Penulis : Popo | Teks Editor : KR15 | Foto : Popo

Honda CBR 250R, Replika Moriwaki

Brand Moriwaki sudah tak asing bagi pecinta kecepatan, brand asli Jepang ini memang sudah malang melintang di dunia motor sport, khususnya sebagai penyedia racing part untuk sepeda motor Honda. Hal itulah yang mengilhami Tommy pemilik speed shop Ngayun Speed dalam modifikasi CBR 250R yang satu ini.

CBR 250R keluaran tahun 2011 miliknya yang dahulu sempat dikelir warna hijau, kini dirubah dengan livery biru kuning khas Moriwaki. Tentunya aplikasi racing part Moriwaki juga disematkan. “Pemilihan warna dan mayoritas racing part yang dipasang sengaja pakai Moriwaki," buka Tommy dari bengkelnya di Jl Arteri Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Coba tengok, mulai dari sektor kemudi. Stang dan segitiga atas dipasangi komponen alumunium keluaran Moriwaki. Tak sampai disitu, saja footstep bawaanpun dipensiunkan dan diganti merek yang sama. Moriwaki pun menyumbangkan komponen yang cukup unik adalah preload adjustable untuk sok depan. Tinggal putar ke kanan atau kiri untuk mendapatkan efek preload yang diinginkan.

"Pemasangan part bikin motor lebih terlihat keren kan? Sekaligus untuk promosi kepada konsumen,” bisik Tommy yang juga menyediakan racing part Moriwaki ini. Meski begitu, tidak semua komponen yang nempel di motor ini dari pakai Moriwaki. Ada beberapa part variasi dari merek lain.

Seperti perangkat rem yang mempercayakan handel rem dan master rem dari Brembo. Stabilizer sokbraker depan comot RSV dan untuk peredam kejut belakang dipercayakan pada RPM Racing.
Sedang untuk body tidak banyak perubahan. Hanya mengganti fender dari Puig serta pemasangan lampu sein LED Koso. Harapannya dengan semua kelengkapan yang melekat, motor ini masih nyaman dipakai sehari-hari. “Peleknya aja masih menggunakan bawaan pabrik. Rem belakang juga standar. Mesin belum banyak kena oprek, hanya memasang ECU after market EZ ECU dan knalpot Moriwaki full sistem titanium saja,” tutup Tommy.

Eh, tapi kok spionnya gak ada bro. Kurang safety nih! (motorplus-online.com)

Data Modifikasi:
Ban : Bridgestone BT090
Windsheld : Ermax
Selang rem : Plot
Gear belakang : Driven
Master rem depan : Brembo RCS 15
Ngayun Speed : 085695947868



Penulis : ASR | Teks Editor : KR15 | Foto : Arseen

Honda CBR 250R, Racing Look 300 cc

 
Sabar..., Maksudnya begini! Ahmad Mugeni ingin Honda CBR 250R miliknya tampil tak kalah ciamik dengan motor balap Moto3. Itu tuh, pacuan kelas seperempat liter pengganti kelas 125 cc di ajang MotoGP.

Apalagi, pria yang tinggal di Bekasi, Jawa Barat ini juga kepincut tampilan Honda NSF 250 yang dipakai di Moto3. Klop deh! “Semua berkat Angga, ide dan konsep dia yang wujudkan,” ujarnya.

Proses pengerjaan tahap awal, jelas bermain bodi. Tetap pakai bodi standar, tapi kelir dilabur corak NSF 250 yang dominan warna Putih-Biru-Merah.

"Dari warna dan grafis murni mencontoh dari NSF. Hanya saja, karena fairing CBR 250R tidak penuh seperti NSF, jadi dimensinya tinggal disesuaikan,” sebut Angga Kurniawan yang punya workshop Anjany Racing di Jl. Arteri Kelapa Dua, No. 21, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sedikit bermain detail. Jika di fairing NSF 250 ada tulisan NSF, maka di besutan Ahmad, tetap pakai CBR. Iya dong, kan hanya grafisnya aja yang diambil. Motornya, kan tetap CBR 250R. He..he..he...

Begitunya, CBR agar tampak seperti single seater, Angga mengadopsi penutup jok belakang. Dari fiberglass.
Cukup bicara tampil. Sesuai judul, bagian engine juga ikut dimainkan. Pro-ses bore up dilakukan dengan mengaplikasi piston diameter 83 mm. “Pakai JE Piston, tinggal pasang aja. Durasi kem, tetap standar. Sebenarnya ada juga sih yang diameter piston 81 mm. Tapi tanggung,” sebut Angga yang kini workshop-nya tak hanya dipenuhi konsumen Ninja 250R itu.

Pakai diameter piston 83 mm, kapasitas bengkak hingga 297,5cc. Kalau dibulatkan, sentuh 300 cc. Begitunya Angga tak lakukan pemapasan kepala silinder.

“Murni bermain dome dari piston aja. Karena tanpa pemapasan head pun, kompresi sudah naik jadi 12,5 : 1. Standarnya CBR 250, main di 10,7 : 1. Paling penyesuaian lainnya hanya porting lubang intake dan lubang buang aja,” aku Angga yang mengharuskan CBR Ahmad ini pakai Pertamax Plus yang beroktan 95.
SETING AFR
Sobat jangan beranggapan motor injeksi sulit dibuat kencang. Ini salah satu buktinya! Usai penggantian part racing dan bengkaknya volume silinder hingga capai 300 cc, Angga mengimbangi campuran udara dan bahan bakar lewat piggyback. Tentu buat kejar kebutuhan di ruang bakar.

"Piggyback pakai produk keluaran Dynojet tipe Power Commander V. Part ini juga dibantu Autotune yang juga keluaran Dynojet buat seting,” timpal pria yang menurunkan dua Kawasaki Ninja 250R di ajang Kejurnas Sport 250 cc itu. Kini, lewat peranti itu pun AFR (Air Fuel Ratio) diseting di 13 : 1. (motorplus-online.com) 

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 120/60-17
Ban belakang : Battlax 150/60-17
Windshield : MRA
Sok belakang : RPM
Anjany Racing : (021) 536-79239

Penulis : Eka


 

Kawasaki KLX 150S, Pakai Mesin New Mega Pro


Melihat Kawasaki KLX 150S ini, Em-Plus jadi teringat film Digimon semasa kecil. Tapi, sebelum cerita soal motor, sedikit ulas soal Digimon dulu ya. Biar sobat enggak bingung. Digimon yang singkatan dari Digital Monster ini, film anak yang bercerita tentang melatih monster peliharaan untuk dijadikan sahabat. Dan, mahluk cerdas buatan ini harus dilatih sampai dewasa.

Tapi, buat mendapatkan kekuatan yang tidak terkalahkan, Trainer (pemilik Digimon) harus mencari teman agar monster peliharannya bisa berubah jogres. Jogres sendiri, artinya mengabungan dua Digimon jadi satu.

Tak ubahnya Digimon, konsep jogres diaplikasi KLX 150 milik Dody Gunawan ini. Liat aja di sektor mesin! Enggak tanggung-tanggung, mesin Honda New Mega Pro diajak jogres dengan sasis KLX.

"Pikiran buat ngegabungin dua motor ini timbul setelah KLX dipakai beberapa kali main adventure. Pasti pulangnya harus ganti kampas kopling. Jadi, ketimbang pusing, akhirnya dua motor jadi satu. Kebetulan New Mega Pro nganggur di rumah dan katanya komponen koplingnya cukup tangguh,” jelas pria punya extra ordinary di urusan badan ini.

Tentunya, proses jogres kedua motor ini enggak mudah! Di film Digimon aja harus melakukan latihan dulu biar gabungan bisa berhasil, sehingga kekuatan monster tiada tanding.

“Sebenarnya dimensi dan dudukan mesin New Mega Pro 2012 enggak jauh beda sama KLX 150. Jadi, tinggal penyesuaian di beberapa bagian aja,” kata Akhmad Hanafi sang mekanik.
Buat taruh engine ke sasis, Akhmad membuat dudukan engine baru dari pelat besi tebal 3 mm. Braket ini dipakai buat dudukan engine bagian depan. Bentuknya mirip huruf C yang disesuaikan lekuk engine New Megapro. Begitu juga engine mounting bagian atas.

Sedangkan untuk dudukan buat engine belakang, crankcase New Megapro harus rela digerus gerinda sekitar 1 mm. “Karena letaknya mepet banget dengan sasis KLX. Ketimbang gerinda sasis KLX, takutnya malah pegangannya nanti enggak kuat,” papar mekanik yang nengok di panggil Nana Sabud.

Mesin sekarang sudah New Megapro! Tapi, biar jogres tambah sempurna. Dogun, sapaan akrab yang punya motor, pilih kaki-kaki dari Special Engine buat diaplikasi ke KLX. “Cari sok yang nyaman diajak adventure dan aman kalo dipake pas kompetisi,” alasannya.

Upside down, pilih kepunyaan Kawasaki KX 250. Sedangkan, bagian belakang dari Honda CRF 250. “Dipilih copotan dari kedua motor itu, karena dirasa paling nyaman dipake yang punya motor,” bilang Nana Sabud yang buka bengkel Sunda Motor di Jl. Labuan, Km. 5, Cipayung, Pandeglang, Banten. (motorplus-online.com) 

DATA MODIFIKASI
Swing arm: Yamaha YZ 250
Sepatbor : Honda CRF 250
Ban depan: IRC Enduro 80/100-21
Ban belakang: Maxxis 100/100-18
Sunda Motor: 0878-71414779

Penulis : Panji


 

Virus Modifikasi

Wabah Sticker Hella Flush Yang Mendunia


 Aji Satria dan Taufan Toples. Sesuai tema motor
Hella flush aliran cutting stiker lebih duluan mewabah di roda empat. Virus atau tren hella flush sudah mendunia di kalangan komunitas mobil di Jepang, Amerika, dan Eropa. Mereka sudah diracuni cutting stiker hella flush sejak tiga tahun lalu. Hella flush sendiri artinya keren banget atau gokil abis deh.

Kini, gambar tempel potongan ala hella flush juga merebak di roda dua. Seperti tiga Vespa ET dari Surabaya, Jawa Timur. Cutting stiker hella flush digarap Caprin Racing (CR) dari Jl. Gubeng Kertajaya, 3A, No. 4, Surabaya.

“Hella flush ‘ngebomb’ di kalangan komunitas mobil Amerika. Rata-rata mobilnya ceper. Karena ceper bagian depan dan sepatbor gesrot. Untuk menutupi bagian yang kena gesrot ditutup dengan cutting stiker,” urai Eric Caprin, pemilik dan modifikator CR.

Urban style pengaruh gaya lukisan dinding
Eric juga bilang waktu itu di Amrik stiker yang ditempel pada mobil enggak melulu satu tema. Bisa jadi empat stiker, mau itu gambar tempel bengkel atau produk komponen, ditumpuk jadi satu.

Memang stiker yang menempel jadi enggak karuan. “Juga enggak beraturan. Yang penting bisa menutupi bagian mobil yang lecet tadi,” kata Eric lagi.

Yuk sedikit lihat stiker yang nempel di Vespa ET milik Aji Satria Wirawan dan Taufan Toples. Stiker yang dipasang langsung oleh Eric itu memadukan urban style dan panorama. Lihat sendiri di Vespa ET merah yang kembung kanan-kirinya ditempel stiker karikatur yang menumpuk.

Gaya urban memang ramai dikembangkan oleh seniman muda Tanah Air lewat lukisan jalan raya. Kalau di airbrush roda dua, urban style enggak berbeda dengan airbrush grafis. Sekarang ini lebih banyak dipakai untuk pola cutting stiker.

Tema inggris dan benderanya
Bisa dibilang juga urban style bagian dari pop art. Bapak seni pop dunia ya itu Andy Warhol asal Amrik. Tahun 1970-an pop art muncul di Amrik. Cirinya karya lukisan serius dibikin gaul. Misal, lukisan Monalisa yang dibikin ulang dengan pilihan warna yang jauh berbeda dengan lukisan aslinya. Kelir seperti flourescent.

“Urban style bagian dari tren stiker hella flush. Seperti lukisan modern di bawah jembatan. Grafiti yang fashionable kalau dipadukan Vespa ET,” sebut Eric yang juga modifikator mobil.

Panorama alias pemandangan alam yang ada di suatu tempat. Lihat saja ada jembatan di atas sungai Thames, London. Senada dengan Vespa ET biru yang ditempeli dengangrafis bertema bendera Three Lions alias Inggris.

“Semuanya hasil obrolan saya dengan pemilik Vespa masing-masing. Sengaja tidak dibikin full supaya khas retro Vespa ET tetap menonjol,” alasan Eric.

Ala panorama jembatan london
Teknik yang berbeda untuk pemasangan stiker diterapkan Eric. Biasanya ada dua pilihan untuk pemasangan gambar tempel potongan. Setelah stiker ditempal ke bodi motor baru kemudian disemprot pernis atau tidak disemprot pernis sama sekali. Kedua cara ini dilakoni supaya stiker yang ditempel jadi tahan lama.

Tapi, Eric menempeli laminating. Laminating berbahan seperti plastik tipis dan bening, seperti yang biasa dipakai untuk melapisi KTP. “Pakai laminating bisa kelihatan dofff dan motif stikernya jadi lebih jelas kelihatan,” beber Eric yang juga builder sepeda fixie.

Komunitas Kawasaki KSR Bangkok juga sudah menerapkannya
Makanya, saat stikernya difoto seperti ada pantulan. Penyebabnya stiker sudah dilapisi lagi dengan laminating. Dengan pelapisan laminating, stiker juga akan tahan percikan air atau sengatan matahari. Stiker yang ditempel mengguanakn laminating akan mudah dilepas. Jadi, enggak bakalan bikin cat rusak.

Eiit, wabah hella flush juga ditemui awak MOTOR Plus saat hangout di Bangkok, Thailand, beberapa bulan lalu. Salah satu brother komunitas Kawasaki KSR Bangkok menempeli stiker ala hella flush.

“Saya juga sudah bikin untuk Kawasaki Ninja 250R dan KLX150. Tapi, tentunya dengan motif berbeda. Pastinya sudah disesuaikan dengan gaya motor.” (motorplus-online.com)  

Penulis : Niko

 

Honda Blade, Wow! Dua Silinder 220 cc

Rudy Endang Kurniawan seorang kolektor motor unik yang juga pembaca setia MOTOR Plus. Brother asli Palembang ini membaca artikel Honda CB 125 yang dibikin dua silinder.  Doi tertarik karya bengkel O’M2S itu. “Motor jadi unik, kalo bore up biasa,” kata Rudy yang kerja di bidang Migas ini.

Dengan semangat langsung nyambangi rumah Rizky Fauzi, sang modifikator O’M2S di Jl. KH Hasyim Ashari, Gondrong Kenanga No. 16, RT 004/01, Cipondoh, Tangerang. Doi curhat motor yang paling enak dan mantap dibikin dua silinder. Setelah diskusi, pilihan jatuh pada Honda Blade.

Konsep engine yang diterapkan di Blade ini mengusung tipe segaris yang merupakan ciri khas O’M2S. “Part yang dipakai semua menggunakan original Blade dan tidak pakai dari motor lain,” kata Oji, panggilan modifikator cerdas ini.

Pertama, menggabungkan dua kruk as standar untuk mendorong dua piston diameter 50 mm dengan langkah 55,5 mm. Lengan kruk as kanan yang menuju magnet dipotong dan dilubangi. Sementara kruk as kiri dari as yang menuju kopling dimasukan ke lubang tadi. Lantas dipres terus dilas titik. Kruk as hanya menggunakan 3 laher, satu di kiri, satu di kanan dan satu lagi di tengah.
Adaptor crankcase harus bikin baru, panjang total 4,5 cm. Bahannya terbuat dari aluminium. “Bentuknya disesuiakan dengan kruk as beserta bearingnya, dibentuknya lewat las babet dan argon, dengan sentuhan akhir mesin milling,” seru pria anak satu ini.

Kesulitan ketika menggabungkan blok-head bagian bawah dekat port exhaust. “Ketika dilas untuk penggabungan, bahan head bagian bawah seperti enggak mau menyatu, padahal head bagian atas enggak ada kendala, sepertinya dibikin berbeda bahan antara atas dan bawah,” curhatnya.

Dua noken as Blade untuk mengatur buka-tutup klep in 25,5 mm dan ex 21,5 mm harus disambungkan. Penyambungannya lewat bahan kuningan dan dilas kuningan, jadi panjang total noken as 15 cm.

Pengabutan bahan bakar diatur dua karburator original yang disesaki pilot-jet 108 dan main-jet 42. Untuk pengapian pilih dua koil dan satu CDI. “Untuk saluran gas buang mengandalkan standar, namun agar raungannya garang harus dibobok. Diorder ke bengkel Dapit Knalpot di Jl. Sasak Cipete, Ciledug-Tangerang,” jelas Oji, yang bukan Oji Saputra.

Oh ya kapasitas silinder kini bengkak jadi 217,8 cc cc. Kalau digenapkan jadi 220 cc. Wow! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : 70/90 – 17
Ban belakang : 80/90 – 17
Busi : NGK
O’M2S : (021) 9462 0564

Honda Astrea Grand, Bebek Dua Silinder 218 cc!


Pertemuan dengan Honda Grand ini cukup unik. Jam 12 malam di Jl. Ciledug, Tangerang tiba-tiba terdengar suara seram raungan motor sport. Sepintas minimal 400 cc ke atas. Begitu berlalu, ternyata motor cebol yang aslinya 100 cc.

Penasaran, langsung dikejar dan untungnya doi masuk SPBU. Wow.. ternyata mesin bebeknya berkepala dua alias mengusung duo head. Dari obrolan kecil dengan Haryanto yang punya motor, janji ketemu di O’N25 Oji Motor yang specialis bikin motor jadi 2 siinder.

Mesin yang dianut segaris. Tidak mengikuti tren yang sudah banyak diadopsi, yaitu konfigurasi V atau V-twin engine. Biar jelas, scrutineering pun dilakukan. Guna membuktikan memang dua silinder dan berfungsi maksimal.

Di kepala silinder tidak mengalami penggabungan. Head dibikin terpisah satu sama lain. Sehingga keduanya memiliki rante keteng dan kem sendiri-sendiri.
Kedua piston digerakkan 2 kruk as Grand yang digabung. Sistem penyatuan kruk as sederhana. Bandul kruk as kanan dilubangi. Sementara kruk as kiri dari as yang menuju kopling dimasukkan ke lubang itu. Kemudian dipres dan di las titik. Tentu sebelumnya as itu dipotong dulu.

Laher kruk as dipasang 4 biji. Dua di kanan-kiri dan 2 di tengah. Di tengah kruk as juga dipasangi gir timing untuk rantai keteng silinder kanan.

Kemudian dibuatkan crankcase baru. “Crankcase terbuat dari almu batangan yang dibentuk ulang dengan cara dicetak lalu dibubut,” jelas Rizky Fauzi, sang mekanik yang punya ide hebat ini. Mesin jadi molor sekitar 9-10 cm kesebelah kiri.

Crankcase baru ini sudah dilengkapi dudukan bearing kruk as tengah. Juga dibentuk menggunakan las babet dan argon. Kemudian finishing menggunakan mesin milling agar bisa dipasangi dua si-linder milik Grand.

Silinder blok diisi seher Kawasaki Kaze standar. Diameternya 53 mm. Dipadukan dengan stroke standar Grand 49,5 mm. Satu silindernya jadi 109,2 cc. Karena 2 silinder jadinya 109,2 x 2 = 218,4 cc.

Pengapian Grand ini hanya menggunakan 1 pulser dan 1 CDI kepunyaan Shogun. Kabel dari CDI dibikin cabang 2, untuk 2 koil Jupiter. Dan diteruskan ke busi yang juga jadi 2.
Atur Suara
Kalau 2 silinder bekerja berbarengan dengan proses kerja yang sama, suara mesin biasa saja. Seperti 2 motor 1 silinder hidup bareng.

Agar suara seram seperti moge, proses kerja silinder kiri dan kanan dibikin beda. Piston di kanan sedang kompresi, sementara piston di kiri sedang proses langkah buang.

“Meski seher naik-turun bareng, suara yang dihasilkan mesin jadi bergantian karena ledakan pembakaran antara silinder 1 dan 2 berbeda,” terang Fauzy dari Jl. KH Hasyim Ashari, Gondrong Kenanga No. 16, RT 004/01, Cipondoh, Tangerang. (motorplus-online.com) 

DATA MODIFIKASI
Knalpot: Performance
Karburator: Karisma
Intake manifold: Karisma
Telepon : (021) 4520564

Penulis : Panji


Tags : Honda Astrea Grand Dua Silinder , Oji Motor 




Honda Blade, Buat Harian Sudah 170 CC

 
Memperbesar volume silinder cara mudah dongkrak tenaga mesin. Seperti dilakukan Bang Jay dari Eka Jaya Motor.  Dia melakukan bore up dan stroke up di Honda Blade milik Andre Gayung dari Cimone, Tangerang.

Karena motor hanya dipakai harian, tampilan mesin ogah ekstrem. Dari luar, maunya kelihatan standar abis.   Makanya, mekanik yang punya nama asli Zaenudin itu melakukan trik sendiri.

Seperti ketika stroke up, cukup menggunakan pen piston 3 mm. Otomatis kenaikan stroke total 6 mm. Agar tidak tambah paking blok yang tebal, harus diimbangi penggunaan setang piston pendek.

Cara paling gampang, menggunakan conecting rod milik Honda Grand atau Supra X. Dengan begitu, posisi piston ketika top tetap rata dengan blok walau sudah naik stroke.

Langkah piston standar 55,6 mm di- tambah kenaikan stroke 6 mm. “Total kini langkah piston jadi 62,6 mm,” jelas mekanik dari Poris Paradise, Tangerang ini.

Upaya bore up juga sudah dilakukan. Pakai piston Honda Sonic oversize 100, diameter 59 mm. Alasan penggunaan piston Sonic berdasarkan beberapa pertimbangan.

Pertama, ukurannya yang lebih pendek. Tinggi piston Sonic dan Blade hampir tidak jauh berbeda. Sama dengan piston motor modern. Supaya ringan dan rendah gesekan. Tenaga mesin jadi tidak banyak terbuang percuma.

Selain itu, penggunaan piston Sonic juga tidak banyak yang diubah. “Apalagi lubang pen piston sudah sama-sama 13 mm. Jadinya tidak perlu main bushing,” jelas mekanik asli Medan itu. 

Akibat stroke jadi 62,5 mm dan diameter pison jadi 59 mm, maka dapat dihitung kapasitas volume silinder. Kini lumayan, sudah mencapai 170,8 cc. Oke juga dipakai harian.

Untuk mengerjakannya, mekanik yang dulu dapat gelar kontrak paling mahal di road race itu, dalam mengerjakan tidak perlu lama. Selain sudah bidangnya, kini bengkelnya juga sudah dilengkapi dengan peralatan bubut. Termasuk mesin korter dan ganti boring. Juga ada mesin freis dan copy kem.

Selain meningkatkan volume silinder.  Cara lain untuk dongkrak tenaga dibarengi dengan menggunakan klep gede. Aplikasi punya Sonic juga. “Klep isap 28 mm dan buang 24 mm,” jelas mekanik yang juga pandai pasang klep besar ini.

Transmisi atau pemindah daya juga diperbaiki. Kopling standar yang asalnya menggunakan model diafragma diganti dengan milik Honda Karisma.

Satu set rumah kopling dan mengkuk serta kampasnya. “Kecuali gir sekunder, tetap menggunakan asli Blade,” jelas mekanik yang tetap tambun walau sibuk banyak orderan itu.

Guna menyesuaikan power yang sudah besar tadi, reduksi gir juga dibenahi. “Sproket depan menggunakan 14 mata dan belakang 35 mata,” jelas Pian, tangan kanan Bang Jay.   (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI

Karburator: Mikuni TM24
Pilot-jet : 30
Main-jet : 130
Intake manifold : Varro
Eka Jaya Motor : (021) 55703814
Penulis : Aong | Teks Editor : Nurfil | Foto : Yudi


Modif Honda Karisma, 202 cc Dari Tangerang

Zaenudin yang bukan MZ pernah bore up Honda Supra X 125 sampai 183 cc untuk harian. Itu baru step I dan kini bikin step 2 sudah 202 namun tetap bisa diajak untuk daily use. Bukan untuk balap resmi apalagi liaran!

Step 2 diaplikasi di Honda Karisma milik Awaludin dari Kota Bumi, Tangerang. Basic mesinnya sama dengan Supra X 125. Masih pakai piston Honda Tiger yang punya diameter 63,5 mm. “Namun dipilih yang punya lubang pen 13 mm buatan NPP,” jelas Bang Jay yang bos Eka Jaya Motor di Poris Paradise, Tangerang itu.

Proses modifikasi aplikasi seher alias piston 63,5 mm agar masuk di blok silinder dan lubang crankcase sama dengan step 1. Pernah dibahas komplet di MOTOR Plus edisi 619 halaman 8.
Bedanya ini kali Bang Jay menaikkan stroke atau langkah piston. “Namun tidak mau adanya paking tebal di blok silinder. Melainkan tetap menggunakan paking standar,” jelas Bang Jay yang masih tetap aktif di road race dengan pembalap Dendi Khadaffi itu.

Untuk itu, Bang Jay pilih menggunakan setang piston milik Honda Grand. Ukurannya lebih pendek dari setang standar Karisma. “Sehingga langkah piston bisa naik 6 mm tanpa adanya paking,” jelas pria asli Melayu Deli, Medan itu.

Untuk naik stroke, juga tidak mau merusak kruk as. “Maklum motor harian yang suatu ketika pastinya akan dikembalikan lagi standar” jelas Awaludin yang asli Wong Kito, Plembang.

Untuk itu, Bang Jay aplikasi pen stroke 3 mm. Naik-turun, otomatis langkah piston naik 6 mm dari standar. Dipadukan dengan stroke asli yang 57,9 mm + 6 mm. Jadi, stroke totalnya 63,9 mm.

Hitung-hitungan itu bikin setingan motor jadi menguntungkan. Diameter x stroke yaitu 63,5 x 63,9 mm, hampir square. Dengan begitu, tenaga atas-bawah mudah digapai.

Selanjutnya, kapasitas silinder bisa dihitung. Menggunakan volume silinder jadinya 202,3 cc. Wah, setera Tiger.

Namun agar piston tidak mentok head, bagian pinggir kepala piston dipapas 0,4 mm. Pantat seher juga dipapas 5 mm agar tidak mentok bandul kruk as ketika sedang di TMB (Titik Mati Bawah).

Lubang isap dan buang juga diporting ulang. Mengikuti klep yang sudah ganti merek EE 30/25.
Penulis : Aong | Teks Editor : Nurfil | Foto : Indra GT



Honda New Blade 110R, Racing Look Versi Pabrikan

Roh balap memang sengaja ditanamkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) pada bebek barunya, Honda New Blade 110R. Desain sporty hingga diluncurkannya pula varian ber-livery Repsol Honda membuatnya tampil bak pacuan balap.

Agar makin dekat dengan sirkuit balap, AHM juga memamerkan versi modifikasi motor bebek 110cc di sela launching kemarin siang (28/7). "Yang menyiapkan modifikasi ini dari internal," ungkap Ahmad Muhibudin, Public Relations Manager, Corporate Communications PT Astra Honda Motor (AHM).

Secara tampilan benar-benar nyata kalau ini sengaja disiapkan untuk balap. Pengerjaan bodinya tidak terlalu banyak berubah dari versi standarnya. Hanya melepas semua perangkat lalu lintas termasuk membuat buta lampu depan di setang, bahkan stripinya tetap dibiarkan standar.

Yang menarik ada batang penguat pada underbone-nya, tentunya ini akan menambah kekakuan rangka yang berguna saat menikung. Lanjut ke kaki-kaki dan perhatikan detail tiap komponen yang terpasang.

Pelek masih standar tapi sudah dibalut ban slick. Suspensi belakang pakai produk Showa, footstep Yoshimura dan disk brake depan lebar. Panel indikator di setang pun di sisakan hanya takometer saja. Keren kan! (motorplus-online.com)

Penulis : Popo | Teks Editor : Nurfil | Foto : Popo




Honda Sonic, Boyong Blok-Head CBR

Honda Sonic dari bengkel Ocean Speed Jogja ini sesuatu banget. Sebab boyong blok dan head atau kepala silinder milik Honda CBR 150R.

Alasan menggunakan dapur pacu atas milik Honda CBR karena sudah mengusung mekanisme klep DOHC. Selain dilengkapi 4 klep juga 2 poros bubungan alias kem. Sedangkan bloknya juga lumayan gede, bagus untuk bore up.

Namun untuk pasang blok dan silinder CBR tidak langsung klop. Karena lubang karter Sonic dan CBR beda pada lubang keteng. “Punya CBR lebih lebar karena menggunakan 2 kem,” jelas Randul Suratno, bos sekaligus mekanik.  

Mengakalinya harus tambal ulang karter milik Sonic. Caranya menggunakan las argon aluminium. “Kemudian dibentuk ulang mengikuti bentuk pantat blok milik CBR 150R. Supaya klop,” jelas Randul dari markasnya di Pogung Rejo, Sinduadi, Mlati, Sleman, Jogja.

Setelah itu baru memikirkan dongkrak kapasitas silinder besar. Menggunakan piston 70mm. Diambil dari milik Yamaha Scorpio namun lubang pennya 15mm. Ini piston custom yang diproduksi PT FIM alias Izumi untuk keperluan balap.

Namun meski piston gambot masih tetap menggunakan pendingin air. Makanya water jacket di blok silinder kudu atau harus diatur ulang.

Lubang air di blok yang ketemu dengan yang di head dibikin kecil. “Yang penting pertemuan dua lubang itu lurus dan tidak bikin bocor,” rinci Mas Randul yang banyak banyak menerima modifikasi ekstrem atau main kanibal dengan motor yang tidak sejenis.

Untuk dongkrak volume silinder juga dilakukan melalui langkah stroke up alias naik stroke.  “Asalnya stroke atau langkah seher Sonic dan CBR 150R sama-sama 47,8mm. Dinaikkan jadi 54mm,” beber pria dengan logat Sleman kental.

Namun akibat naik stroke meski menggunakan kruk as CBR juga kudu ganti setang piston. Sebab kalau menggunakan setang piston standar akan mentok antara piston dengan bandul ketika posisi TMB (Titik Mati Bawah). Solusinya menggunakan setang Honda CB100. 

Dari sana baru ketahuan kapasitas silindernya. Menggunakan piston 70mm dan stroke 54mm. Hasilnya 207,7cc. Ya, kalau digenapkan jadi 208cc. “Namun akan dikembangkan lagi jadi 250cc,” jelas Randul yang motornya banyak tebar pesona alias nampang di Facebook-nya Eko Trinarcoyo.   (motorplus-online.com)

 DATA MODIFIKASI
Karbu : Keihin PWK 38
CDI : BRT Smart Clik
Klep : 25,5/22,5
Knalpot: Abenk Perfromance
Ocean Speed: 0857-4333-4877
Penulis : Aong | Teks Editor : Nurfil | Foto : Riyanto

Modif Honda Supra X125, 2005 (Tangerang)

Honda Supra X125, Kencang Pakai Piston Sonic

 
Honda Supra X125 lansiran 2005 kelir hitam ini perlu diperhitungkan. Rahasia terbesar motor yang diracik oleh Lili dan Kiki yang punya bengkel L2M di Jl. Puspitek, No. 31, Tanggerang Selatan ini ada di piston Honda Sonic.

Supra X125 ini dibekali piston Sonic diameter 61,5 mm. Itu artinya, 3 mm lebih besar jika dibandingkan piston standar Sonic yang 58,5 mm. Lewat permainan piston oversize 300 ini, volume silinder membengkak hingga 171,9 cc. Tapi, nampaknya, duo brother ini masih menilai permainan piston belum cukup buat dongkrak power maksimal. Maka itu, stroke up ikut dilakukan.
Stroke naik, paking tetap selembar, CDI BRT Hyperband, maping pas dengan kebutuhan

Aplikasi pen stroke 2 mm, total stroke sekarang berganti jadi 61,9 mm. Setang seher pun tetap pakai asli Supra x125. So, penambahan stroke ini juga turut meningkatkan isi silinder keseluruhan. Ya, total volume silinder keseluruhan melonjak jadi 183,2 cc. Dibulatkan, 183 cc.

Dari dua ubahan yang dilakukan di piston dan stroke, mesin jadi square. Efeknya, power di dua sisi jadi lebih rata. Ya, bawah hingga atas.

Mengimbangi volume silinder yang bertambah, part penyuplai gas bakar ikut diperhitungkan. Kiki yang doyan minum susu coklat ini, mengandalkan klep dari Honda Tiger. Diameter payung klep pakai 31 mm (in) dan 26 (ex).

Durasi buka-tutup kem tak luput dari sasaran. Tentunya, agar gas bakar yang masuk bisa lebih banyak ketimbang sebelumnya. “Kalo durasi tepatnya saya enggak pernah hitung. Yang jelas, pinggang kem dibuat 24 mm dan tinggi bumbungannya 32 mm,” timpal Lili.

Jika bagian klep sudah dibenahi tapi part pengabut tak dimainkan, hasilnya belum tentu sempurna. Maka itu, karburator ikut diganti. Duet tunner bersaudara ini andalkan milik Suzuki Shogun 125. “Selain itu, buat seting karburator Shogun lebih gampang ketimbang karburator bawaan motornya,” ungkap Lili yang ramah. Pasti ini direamer.

Terakhir, saluran buang diperlancar. Knalpot bawaan standar pabrik yang didalamnya terdapat banyak sekat, dipensiunkan dan diganti saluran buang racing yang lebih free flow tanpa sekat. “Knalpot dibuat sendiri, agar power yang dihasilkan lebih mantap,” jelas Kiki sembari bilang pakai CDI merek BRT Hyper Band agar terbebas dari limiter. (motorplus-online.com)

 DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 50/90-17
Ban  belakang : Sea Hawk 60/80-17
Pelek depan : Champ 1,20x17 & 1,40x17
Lengan ayun : Sport arm
Karbu : Reamer 31 mm





Penulis : Adit

4 comments:

  1. yg blade modif ny di jual secara resmi ga yaa!!! info dong

    ReplyDelete
  2. kalo grand di pkk piston sonic oversize brpa yang harus di pakek ?

    ReplyDelete
  3. Saya Pendatang Baru Di Room iNi.Ingin Mengucapkan Banyak Terimah Kasih.Untuk AKI,BARAKA.yAng Telah Membantu Saya Melunasi Semua Hutang2.Saya.Karna Berkat Bantuang Angka Ghoib Dari AKI,BARAKA.Yang Di Berikan Kepada Saya yAitu_(8946)_Akhir Nya Berhasil Saya Menangkan Di Putaran SGP.Alhamdulillah Saya Memenangkan Rp'57jta.Dan Saya Tidak Menyangka AKI,BARAKA.telah Merubah Nasib Saya Hanya Sekejap.Ini Adalah Benar Benar Kisah Nyata Dari Saya.Untuk Anda Yang Penuh Kepercayaan Dan Keyakinan.Dan Yang Ingin Merasakan Kemenangan 4D-Dalam 7X Putaran.Silahkan Anda Hubungi Langsung AKI,BARAKA.Di Nomor_0_8_2_3_1_0_2_9_6_7_7_7_Saya Sangat Yakin Bahwa Angka Ghoib Hasil Ritual AKI,BARAKA.dapat Merubah Nasib Anda Seperti Saya.Terimah Kasih.Thank'z Roomx Shobath ★

    ReplyDelete