My life, My adventure.

My life, My adventure.

Monday, February 27, 2012

Tiga Cara Bersihkan Injector dan Throttle Body Ala Yamaha


 
PEA Carbon Cleaner (kanan) bisa diaplikasi tanpa harus ke bengkel, Paket 3M (kiri) membersihkan throttle body dan injector.
Namanya perangkat injeksi, lama kelamaan pasti kotor. Kotoran pada throttle body dan injector bisa dirasakan dari putaran mesinnya yang tidak stabil. Hal ini disebabkan oleh butterfly atau skep di dalam throttle body yang terganjal penumpukan karbon sehingga tidak bisa menutup dengan sempurna.

"Kami menyarankan pembersihan injector dan throttle body dilakukan tiap 10 ribu kilometer," ungkap M Abidin, Assistant GM Technical, Yamaha Indonesia.

Nah, khusus di Yamaha, ada tiga cara yang bisa dipilih. Tentunya disesuaikan dengan kondisi motor dan kondisi si pengendara sendiri. Kalau tidak terlalu kotor dan enggak mau repot karena terlalu lama melakukan pembongkaran bisa pakai cara yang pertama.

Yaitu menggunakan PEA Carbon Cleaner. Cairan yang sudah direkomendasikan Yamaha ini dicampurkan ke dalam tangki bahan bakar dan diklaim dapat mengurangi kadar karbon dengan mudah. Asiknya perawatan yang satu ini bisa dilakukan sendiri tiap 3 ribu kilometer, tapi PEA Carbon Cleaner-nya harus beli di bengkel Yamaha ya!

Masih kurang puas? Boleh lakukan cara kedua yaitu paket service dan pembersihan dengan 3M Throttle Body Cleaner dan Fuel Injection Cleaner. Kalau yang ini harus dilakukan di bengkel resmi Yamaha, dan sebaiknya dilakukan tiap 10 ribu kilometer.

Dalam tahapannya, throttle body akan dibersihkan dengan cara dilepas dan disemprot 3M Throttle Body Cleaner. Setelah throttle body bersih, lalu dilanjutkan dengan membersihkan injector. Untuk yang satu ini digunakan 3M FI Cleaner, cairan pembersih ini digunakan sebagai pengganti bahan bakar.

Maka dari itu butuh special tools untuk memasukan cairan ke throttle body. Special tools ini mirip preasure regulator, tapi yang ini sudah didesain khusus untuk motor Yamaha dan hanya dimiliki oleh jaringan bengkel Yamaha.

Setelah 3M FI Cleaner terpasang pada special tools dan tersambung ke selang bensin yang menuju ke injector, atur tekananya agar mencapai 250 Kpa sesuai standar Yamaha V-Ixion. Dan terakhir tinggal hidupkan mesin selama 10 menit. Kotoran akan bersih dengan sendirinya.
 
Alat ini bukan cuma membersihkan tapi juga bisa melihat kondisi injector dari kualitas semprotannya
Masih belum puas? Silahkan pilih cara yang ketiga. Cara ini jauh lebih detail lagi, yaitu dengan menggunakan Yamaha Injection Cleaner. Alat yang satu ini digunakan untuk membersihkan injector. Bedanya, selain dibersihkan kondisi semprotan bahan bakar oleh injector bisa dipantau.

"Selain membersihkan juga bisa dilakukan pengetesan untuk melihat kondisi injector dari kualitas semprotannya," beber Abidin. Alat ini memiliki dua tabung untuk melakukan tes volume dan sebuah ruang kaca untuk melihat arah semprotannya.

Satu lagi fasilitasnya adalah sebuah wadah kecil untuk membersihkan injectornya itu sendiri. Setelah dibersihkan langsung dilihat kualitas semprotannya. Kalau hasilnya belum memuaskan pembersihan bisa dilakukan berulang kali.

Lengkap kan! (motorplus-online.com)

HiDS, Diagnosis Injeksi Motor Honda, Enggak Perlu Laptop



Sebelumnya, mendeteksi kerusakan sistem injeksi bahan bakar PGM-Fi pada sepeda motor Honda harus dilakukan dengan melihat kode kedipan lampu di panel indikator. Tapi kini, dengan HiDS-Injection Diagnostic Tool (HiDS) langkahnya jadi lebih mudah.

Enggak perlu lagi melihat kedipan, karena begitu sistem injeksi dari Electronic Control Unit (ECU) di colokan ke alat ini, semua kerusakan dan kinerja semua sensor sudah langsung terdeteksi.

Sebenarnya alat ini mirip Honda Diagnostic System (HDS) yang pernah dikenalkan PT Astra Honda Motor diawal peluncuran Honda Supra X 125 injeksi. Untuk menggunakannya tidak perlu laptop tapi cukup dengan alat berukuran mungil ini.

Sayangnya, HDS yang didatangkan langsung dari Thailand ini hanya bisa mendeteksi kerusakan pada Supra X 125. Dan harganya mahal, satu unit HDS kala itu dijual Rp 14 jutaan. Sedang HiDS yang buatan Indonesia ini hanya dijual Rp 3,6 jutaan.

Selain itu, HiDS bukan hanya mampu mendiagnosa kerusakan pada Supra X 125, tapi semua line up motor injeksi Honda yang ada di Indonesia. Mulai dari Supra X 125, Honda PCX, Honda Revo AT, Honda CBR250R, Honda CBR150R hingga PGM-Fi generasi terbaru pada Honda Spacy Helm In dan Supra X 125 Helm In yang baru diluncurkan di Indonesia.


Bagaimana cara kerjanya? Yuk langsung mempraktekanya pada Honda CBR250R. Pertama cari soket ECU, pada CBR250R terletak di kolong, di bawah jok belakang. Setelah itu, langsung colok ke HiDS dan nyalakan mesin.

HiDS akan langsung membaca jenis motornya secara otomatis. Kemudian tinggal pilih menu untuk melakukan scanning kerusakan. Setelah terdeteksi, mekanik tinggal melakukan perbaikan atau penggantian komponen yang rusak.

Setelah semua perangkat injeksi dalam kondisi benar, langkah selanjutnya adalah melakukan "reset" untuk menghapus memory yang lama di ECU, memory yang membaca masih ada kerusakan pada perangkat injeksi.

Nah, dengan HiDS ini reset bisa dilakukan secara langsung dan sangat mudah. Enggak perlu menggunakan jampper, tinggal pilih menu reset lalu tekan enter, maka semuanya kembali normal.

Sayangnya perangkat ini hanya bisa dimiliki oleh jaringan bengkel resmi Honda.  (motorplus-online.com) 

Tuesday, February 14, 2012

WTS Penawaran Jual Per Klep Jepang

Barangkali ada yang butuh per klep jepang, saya menawarkannya di blog ini. Buat yang minat langsung aja add YM:bambang.aruman atau email: bambang.aruman@yahoo.com

Yang pengen tahu detail dimensi per klep ini silahkan lihat di photo-photo di bawah ini:






Per klep ini cocok untuk aplikasi high lift cam, dimana lift maksimum yang dapat diaplikasi mencapai 11mm. Kekerasannya di atas standar rata-rata per klep standar pabrikan. Sebagaimana di ketahui, per klep yang banyak di pakai sebagi alternatif per klep keras diantaranya: per klep sonic dan smash, nah per klep jepang ini di atas ke dua per klep itu kekerasannya.

So, ga usah ragu bagi yang lagi bangun mesin high performance untuk aplikasi per klep ini. :D

Friday, February 10, 2012

Teknologi Yamaha Mio J (Bag.2), Perangkat Utama YMJET-FI

Bedah Teknologi Yamaha Mio J



Kerja YMJET-FI (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection) tentunya didukung oleh banyak komponen utama. Beberapa ada yang mengusung teknologi baru, tapi ada juga yang dihilangkan. Penasaran kan?

"Untuk jumlah sensor kita tetap lengkap, tidak ada yang dikurangi," beber M Abidin, Assistant GM Technical, Yamaha Indonesia. Yuk, kita intip satu persatu!
Pompa bensin brushless, lebih kecil tapi tekanan besar
Fuel Pump
Pompa bensin Yamaha Mio J ini lebih kecil ketimbang versi sebelumnya. Keuntungannya kapasitas tangki bensin bisa lebih besar, kini mencapai 4,8 liter. Mengusung teknologi brushless, pompa ini memiliki tekanan lebih besar, yaitu mencapai 324 Kpa. 

Fuel Injector
Lubang injector Mio J memang lebih sedikit bila dibandingkan V-ixion. Hanya ada empat, sedang V-ixion memiliki 6 lubang.
Injector 4 lubang dan MAQS
MAQS
MAQS adalah singkatan dari Modulated Air Quantity Sensor. Fungsinya menganalisa jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold. Didalamnya terdiri dari TPS (Throttle Position Sensor), IAPS (Intake Air Pressure Sensor) dan IATS (Intake Air Temperature Sensor).
O2 Sensor menjaga emisi tetap baik
O2 Sensor
O2 sensor menjaga gas buang sisa pembakaran agar selalu ideal. Sensor akan membandingkan jumlah O2 dari sisa pembakaran dengan O2 udara luar. Pada Mio J, posisinya ada di lubang exhaust di kepala silinder.

ISC
Idling Speed Control berfungsi menjaga langsam selalu dalam kondisi ideal. Ada di 1.600 rpm. Perangkat ini bekerja secara elektronik diatur oleh ECU (electronic control unit). Sebuah katup di atur buka-tutupnya oleh sebuah plunger yang bergerak dengan bantuan stepping motor.

Crank Angle Sensor
Yang satu ini bertugas memberikan input timing pengapian berdasarkan posisi kruk as.

Engine Temperatur Sensor
Suhu mesin selalu dipantau lewat komponen ini. Tujuannya memberikan suplai bahan bakar yang sesuai dengan kondisi mesin.

ECU
Electronic control unit yang menjadi otak sistem injeksi dan pengapian pada Mio J sudah lebih cerdas. Di dalamnya ada memori internal dengan kapasitas 2 gigabytes yang bisa menyimpan kerusakan dan tindakan yang dilakukan setiap ada kerusakan.

Lean Angle Sensor
Sama seperti sistem injeksi Honda, komponen ini juga dihilangkan. Sebenarnya berfungsi untuk mematikan mesin saat motor terjatuh atau terlalu miring. Awalnya karena kekhawatiran ketika terjatuh, gas masih terus terbuka. Gantinya adalah bandul di ujung setang. Saat terjatuh, selongsong gas akan tertahan untuk tidak berputar. Jadi tetap aman! (motorplus-online.com)  

Penulis : Popo | Teks Editor : Nurfil | Foto : IndraGT, Yamaha

Teknologi Yamaha Mio J (Bag.1), Aplikasi Generasi Kedua YMJET-FI

Teknologi Injeksi YMJET-FI



Teknologi injeksi YMJET-FI (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection) memang sudah dipakai pada beberapa varian Yamaha sejak 2009. Yamaha Fiore jadi yang pertama, tapi ternyata YMJET-FI yang ada di Mio J dan Fiore beda generasi! Penasaran bedanya? Baca terus...

Kita mulai dari cara kerja YMJET-FI. Pada throttle bodinya, YMJET-FI dirancang memiliki dua katup butterfly. Upstream throttle body atau katup primer terletak di moncong throttle body yang dekat dengan filter udara, sedang downstream throttle body atau katup sekunder mengarah langsung ke intake manifold atau pada YMJET-FI disebut dengan main air passage. 

Kedua katup ini mulai bekerja ketika selongsong gas dibuka. Saat throttle terbuka kurang dari 10 persen maka hanya katup primer yang terbuka. Aliran udara yang masuk ke ruang bakar lewat selang air assist passage tanpa lewat intake manifold. Kondisi ini bertahan sampai putaran mesin 4.000 sampai 5.000 rpm. 

Makin dalam putaran gas dibuka, maka katup sekunder akan mulai terbuka. Dalam kondisi ini aliran udara mulai masuk lewat intake manifold. Sedang kerja selang air assist passage secara perlahan benar-benar berhenti setelah selongsong gas dibuka penuh.

Pada putaran rendah, aliran udara sengaja dipaksa melewati selang air assist passage. Tentunya untuk mendapatkan asupan udara yang efisien. Tidak kebanyakan tapi memiliki tekanan yang lebih besar.

Apalagi selang air assist passage juga mampu memberikan efek turbulensi dan didukung dengan fuel pump baru dengan tekanan lebih tinggi, mencapai 324 Kpa. Akhirnya kabut bahan bakar jadi lebih halus, pembakaran makin sempurna. Torsi jadi mantab tapi efisiensi bahan bakar didapat.

Jadi jangan heran kalau putaran bawah Mio J ini terasa lebih responsif. Putaran mesin tidak perlu terlalu tinggi untuk membuat skubek baru Yamaha ini melaju.

Efisiensi pada putaran rendah yang disasar Yamaha ini sesuai dengan cara berkendara normal sehari-hari. ""YMJET-FI sangat efektif di economic zone, yaitu di kecepatan 20 sampai 55 km/jam," ungkap M Abidin, Assistant GM Technical, Yamaha Indonesia.

Lalu dimana bedanya dengan generasi pertama YMJET-FI? Ternyata ada pada posisi selang air assist passage. Pada generasi pertama sejajar dengan injektor. Sedang pada generasi kedua posisinya sedikit digeser dan aliran udaranya ditabrakan ke dinding intake.

"Efeknya aliran turbulensi campuran bahan bakar yang tercipta menjadi lebih baik. Arah aliran dan kabut bahan bakar yang sangat halus menciptakan pembakaran yang lebih ideal," jelas Abidin. Makin efisien deh!

Langsam Diatur Idle Speed Control

Diatas dijelaskan kalau katup primer dan sekunder bekerja mengalirkan udara saat selongsong gas mulai diputar. Padahal saat langsam, kedua katup ini menutup. Nah, pada kondisi seperti ini, aliran udara diatur oleh Idle Speed Control.

Udara dialirkan melalui selang air assist passage. Perangkat ini menjaga agar saat langsam, putaran mesin tidak lebih dan kurang dari 1.600 rpm.  (motorplus-online.com) 

Penulis : Popo | Teks Editor : Nurfil | Foto : Yamaha

Diagnostic Tool Baru Untuk Injeksi Yamaha, Lebih Lengkap!



Teknologi injeksi baru, perangkat diagnostic tool Yamaha juga diperbaharui. Tidak lagi menggunakan konsol kecil seperti yang biasa dipakai pada Yamaha V-ixion, diagnostic tool baru ini harus menggunakan laptop sebagai media untuk mengakses semua fiturnya.

"Karena fungsinya lebih komplek maka harus menggunakan laptop," buka M Abidin, Assistant GM Technical, Yamaha Indonesia. "Fungsinya memang bukan sekedar alat diagnostic tapi juga sebagai database konsumen seperti hospital card," lanjutnya.

"Jadi mekanik memang harus dibiasakan menggunakan laptop dalam bekerja," ungkap Abidin sambil menyodorkan seperangkat diagnostic tool buatan Jepang ini.

Isinya terdiri dari CD installer, sebuah adaptor interface, kabel konektor dari adaptor ke ECU dan kabel USB dari adaptor ke laptop.

Sedang untuk laptop yang dibutuhkan memiliki spesifikasi processor minimal 1 GHz 32 bit, RAM 512 MB, minimal kapasitas hardisk 40 GB dan menggunakan operation system Windows XP atau Vista.

Setelah di-install, bisa diketahui kalau alat ini memiliki 8 fungsi utama. Yaitu untuk mengetahui malfunction, diagnosis, inspection, CO, monitoring, logging, log viewer dan re-programing ECU.
Ada beberapa pilihan soket untuk Mio J, V-ixion dan next model Yamaha injeksi
Alat yang juga bisa dipakai untuk Yamaha V-ixion ini mampu melacak kerusakan dan memastikan semua komponen dalam perangkat injeksi berjalan sebagai mana mestinya. Kalau terjadi kerusakan, secara otomatis sistem sudah langsung memberikan panduan trouble shooting yang harus dilakukan.

Bahkan sudah ada soft copy dari buku manual kendaraan di dalamnya. Lebih praktis karena tidak perlu buka-buka buku lagi.

Fungsi CO digunakan untuk melakukan setting kandung gas CO (karbon monoksida). Sama seperti diagnostic tool Yamaha V-Ixion, fitur CO bisa diatur untuk menambah atau mengurangi semprotan bahan bakar agar kondisinya ideal.

Software ini juga bisa digunakan untuk melihat kinerja perangkat injeksi dalam tampilan grafik osiloskop. Data kinerja dan kerusakan yang terjadi juga bisa direkam lewat fungsi logging dan log viewer. Jadi, seandainya terjadi trouble yang sulit dideteksi dan hanya terasa dalam kondisi-kondisi tertentu, alat ini bisa dipasangkan di motor. Dibiarkan merekan semua kondisi injeksi dalam beberapa hari.

"Belum semua fungsi pada diagnostic tool ini dibuka. Misalnya ada beberapa soket yang nantinya dipakai untuk model-model baru Yamaha. Selain itu, fungsi re-programing ECU juga masih ditutup," ungkap Abidin.
Kondisi semua part langsung terbaca, data konsumen juga bisa diarsipkan lewat software ini.
Hebatnya, ECU (Electronic Contol Unit) pada Yamaha Mio J ini memiliki memory internal hingga 2 giga. Fungsinya untuk merekam semua kerusakan dan penanganan yang pernah dilakukan pada sistem injeksi. Meski melakukan service di beda bengkel tapi tetap bisa diketahui masalah-masalah yang pernah terjadi sebelumnya.

Berapa harga jualnya? "Cuma Rp 2,7 juta. Itu hanya mengganti ongkos produksi saja," akunya. Terjangkau dan lebih lengkap! (motorplus-online.com)
Penulis : Popo | Teks Editor : Nurfil | Foto : Popo, Aant

Monday, February 6, 2012

FIDT Yamaha (part 2)


Alhamdulliah, FIDT yang ke dua sudah SOLD ke Purwokerto. Semoga bermanfaat dan awet ya Bro barangnya.